Senin, 29 April 2013

rintihan kelu

Diposting oleh Andii Soraya di 16.46
Reaksi: 
0 komentar
aku tak suka jadi pemurung Ibu.. aku tak suka
aku tlah berkembang dan kau lihat? aku sudah tak bisa banyak memendam
akan ku katakan apa saja, ku rasakan juga semuanya
sakitmu mempengaruhi jiwaku
andai dapat ku gantikan deritamu
andai dapat ku ulang waktu, kembalikan kau padaku.
tapi itu tak mungkin Ibu..

sejak dulu pun aku berusaha, mengiba, memohon kau buka matamu, buka hatimu akan kemunafikan
tapi kau abaikan.. kau tinggalkan.. acuhkan
sekarang.. apa kau menyesal Bu? ini bukan salahku Bu
kau yang menutup hatimu dulu
menghardikku yang meronta ingin kau pulang, mendekapku kembali
kau hancurkan aku
hancur..
perihnya tak terkira
lagi-lagi aku menangis mengingat hal ini
aku hanya berusaha, berusaha menjagamu
kau segalaku Bu..



Makassar, April 2013

Rabu, 17 April 2013

hampa

Diposting oleh Andii Soraya di 18.03
Reaksi: 
0 komentar


Ketika Ratu dalam hatimu memutuskan untuk pergi
aku berfikir, mungkin kau sedang bertarung dengan dirimu
mengutuk diri sendiri, menyesakkan dadamu dengan penyesalan
aku tau Ayah, sampai saat ini kau mencintainya
lihat mataku.. di dalam mata ini ada cahaya berpijar, berpendar..
membentuk wujud Ratumu..

Makassar, April 2013

Sabtu, 13 April 2013

Fantasi Liarku

Diposting oleh Andii Soraya di 23.27
Reaksi: 
0 komentar


Singkirkan wajahmu dari hadapanku
karena ketika ku lihat mata teduhmu
kau buat aku melayang
lalu tiba-tiba tenggelam dalam pesona indahmu


Jangan biarkan bibirmu terbuka
barang sedikitpun
karena rasaku bergejolak
ingin segera mendekapmu
mencumbu bibir merahmu
melumatnya, melumurinya dengan ludahku


Jangan terlalu dekat denganku
fantasi liarku ingin segera memiliki indah tubuhmu
menyentuhnya, membelainya, menikmatinya
sampai ke puncak, sampai kau terperangah tidak percaya
akan gairahku yang tak pernah lelah menyetubuhimu

Ini kisahku..

Diposting oleh Andii Soraya di 23.19
Reaksi: 
0 komentar


Dulu..
Sempat desperated karna orangtua. Ibu selalu lampiaskan kesumpekan hidupnya kepadaku.
Selalu sibuk, selalu pergi. Dengan harta melimpah dia beri aku kebebasan, kekuasaan. Tapi secara tidak sadar dia mengajarkankan ku satu hal juga yaitu kehampaan.

Dulu..
aku fikir Tuhan itu tlah mati. Atau mungkin memang tidak ada. Tuhan hanya bualan, begitu fikirku. Dengan semua yang terjadi, Tuhan bagaikan sampah semu bagiku. Tuhan hanya dongeng. Tuhan serupa dengan anjing.

Seiring berjalannya waktu. Diam aku berfikir. Untuk apa aku membenci Tuhan? Untuk apa aku mencemoohnya? Apakah karna kehidupanku dibuatnya terguncang hebat? Tak ku fikirkan mereka yang tetap bertahan ditengah kejamnya kuasa Tuhan. Lalu aku bertanya pada diriku. Mengapa aku membenci Ibuku? Aku bisa dengan mudah membencinya, membantahnya, membohonginya, memakinya sedangkan tak pernah ku bayangkan perasaan mereka yang tak meiliki Ibu.

Dulu..
Aku benci kehidupan karna Ibuku pernah dengan khilaf mengatakan dia membenciku. I a pernah dengan sengaja mengatakan dia menyesal melahirkanku. Andai aku bisa memilih, aku juga tidak akan sudi punyaorangtua sepertimu. Bgitu fikirku saat itu..

Aku saat itu kecewa. Terluka. Kau tak menyayangiku. Kau tak mengerti Ibu. Kau hancurkan mimpiku, anganku, bahagiaku..

BERSAMBUNG….

Makassar, 10 November 2012

belajar menulis fiksi :D

Diposting oleh Andii Soraya di 23.16
Reaksi: 
0 komentar
Pagi ini, seperti biasa. Aku kembali mengutuk diri. Untuk apa aku terjaga bila mimpi lebih baik adanya?
Selalu seperti ini, kembali mencacai maki. Diriku.
Ya, diriku..
Mengenang itu menyedihkan, setidaknya bagiku. Tersenyum lebih memuakkan lagi.
Aku bukan filosofi, melihat dunia dengan segi pandang berbeda.

Ini aku. Melihat kehidupan bagai neraka. Memendam kekecewaan dengan sikapku. Tak perlu memandang segala hal dengan sisi berbeda. Cukup dengan caraku.
Salahkah? Tapi tidak untukku. Segalanya benar. Segalanya nyata.
Nyata busuknya, benar brengseknya.

Ahh.. pagi-pagi aku sudah mengumpat. Ada yg harus ku lakukan pagi ini. Bahkan tiap pagi.
Aku melangkahkan kakiku keluar kamar. Berjalan ke arah ruang tamu. Disana ku lihat ia, wajah tuanya, garis-garis lelah di dahinya. Tidak cukup menggambarkan semuanya tapi sedikit aku mengerti betapa lelahnya jiwa itu. Ibuku, Ibuku yang malang, yang entah mengapa tak pernah bosan menungguku keluar dari peratapan. Ia menatap ke arahku..

“Kemarilah sayang”, dia berkata kepadaku sembari tersenyum
“Aku malas”, acuhku.
“Kalau begitu, sarapanlah dulu Nak. Ibu memasak cumi. Makanan kesukaanmu kan” , dengan tetap tersenyum.
Aku melengos pergi, tak sanggup melihat matanya. Mata tulus Ibuku. Entah sampai berapa lama mata itu bisa ku lihat. Aku kembali ke kamarku, di hiasi foto-foto indahnya, bidadari pujaanku. Mengapa kau pergi sayang? Tinggalkan aku..Saat ini..

for my bestfriend

Diposting oleh Andii Soraya di 23.09
Reaksi: 
0 komentar


Kau tahan tangis karena ego orangtua mu..
Kau pancarkan tawa rintihmu demi terlihat baik-baik saja.
Kau tampil cantik, sembunyikan kelemahan semata-mata karena menutupi kerapuhanmu, tak ingin terlihat lemah..

Sahabat… Aku menyayangimu
Luruhkan dukamu di hadapanku
Hamburkan tangismu di pelukku

Aku paham seberapa sakit yang kau pendam
Aku paham sesering apa kau menahan

Tentangmu, Ibu (lagi)

Diposting oleh Andii Soraya di 22.49
Reaksi: 
0 komentar


Di tengah-tengah antara cemas dan sedihku..
tawamu saja meringankan bebanku yg memikirkanmu

Sedih itu ada di sela tawamu
kecewa terpancar jelas dari semua cerita-cerita yg kau lontarkan

Engkau berkoar tentang kesopanan, adab, dan tata karma
tapi kau juga merasakan tekanan yg sama..

Jangan mengajarkan aku menjadi munafik Bu.. aku takmau
Mungkin kau bertahan dengan sikap seperti itu, tapi itu melukaimu
melukai ku juga..

Aku tak bisa menyayangi manusia hina yg melecehkan harga diri Ratuku, aku tak bisa menghormati manusia yg sama sekali tak pernah melihat pengorbanan dan kesetiaanmu Bu.. maafkan aku jika hal ini membuatmu murka
Silahkan membenciku Bu, meski aku tau hal itu hal paling sepele yg tak bisa kau lakukan..

Mungkin aku pernah kau abaikan, kau tinggalkan..
tapi seberapa pun kecewanya aku, seberapa sakit perlakuanmu pada ku dulu
aku tak pernah bisa berhenti mendoakanmu
aku takkan pernah bisa meninggalkanmu
aku takkan pernh bisa tak bangga akan kerja keras dan cintamu kepada kami, buah hatimu..

andi soraya quotes

tiap hari aku merindu dan semakin mencintaimu Ratu
PT. Scream Satanica.Org. Diberdayakan oleh Blogger.
 

me dá teu calor Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review