Minggu, 13 November 2011

40 Keajaiban Dunia Yang Menajubkan Sepanjang Sejarah

Diposting oleh Andii Soraya di 22.44
Reaksi: 
0 komentar
1. Easter Island (Chile) 
 
Pulau Paskah adalah sebuah pulau Polinesia di Samudra Pasifik tenggara. Sebuah wilayah khusus Chile yg dianeksasi pada 1888, Pulau Paskah secara luas yang terkenal dengan 887 patung-patung monumental. Ini adalah Situs Warisan Dunia dengan banyak pulau yang dilindungi dalam Taman Nasional Rapa Nui.


2. Machu Pichu (Peru) 
 
Machu Picchu adalah sebuah situs Inca pra-Columbus yang terletak 2.430 meter (8.000 kaki) di atas permukaan laut. Kebanyakan arkeolog percaya bahwa Machu Picchu dibangun sebagai kawasan untuk kaisar Inca Pachacuti (1438-1472). Sering disebut sebagai "The Lost City of the Incas". 

3. Teotihuacan (Meksiko) 
 
Teotihuacan adalah sebuah situs arkeologi yang sangat besar di Cekungan Meksiko, yang berisi beberapa struktur piramida terbesar dibangun di Amerika pra-Columbus. Selain struktur piramidal, Teotihuacan juga dikenal untuk kompleks perumahan yang besar. 

4. Palenque (Meksiko) 
 
Palenque adalah kota negara bagian di Meksiko selatan yang berkembang di abad ketujuh Masehi. 

5. Château de Chambord (France) 
 
merupakan salah satu Châteaux yang paling dikenal di dunia karena sangat berbeda dengan arsitektur Renaissance Perancis yang memadukan bentuk-bentuk tradisional Perancis abad pertengahan dengan struktur Italia klasik. 

6. Chartres Cathedral (Perancis) 
 
sebuah katedral Katolik Ritus Latin yang terletak di Chartres, sekitar 80 kilometer (50 mil) barat daya Paris, dianggap sebagai salah satu contoh terbaik di seluruh Perancis gaya arsitektur Gothic. 

7. Pont du Gard (Perancis) 
 
Pont du Gard adalah saluran air di Selatan Perancis yang dibangun oleh Kekaisaran Romawi, dan terletak di vers-du-Pont-Gard dekat Remoulins, di département Gard 

8. Acropolis of Athens (Yunani) 
 
acropolis paling terkenal di dunia. Meskipun ada banyak acropoleis lainnya di Yunani. Acropolis adalah batu beratap datar yang berada pada ketinggian 150 m (490 kaki) di atas permukaan laut di kota Athena, dengan luas permukaan sekitar 3 hektar. 

9. Archaeological Site of Delphi (Yunani) 
 
sebuah situs arkeologi dan sebuah kota modern di Yunani di selatan-barat Gunung Parnassus di lembah Phocis. Delphi adalah situs dari Orakel Delphi, peramal yang paling penting di dunia Yunani klasik, dan situs utama untuk penyembahan dewa Apollo. Di dalam Delphi adalah sebuah tempat panhellenic, di mana setiap empat tahun, mulai tahun 586 SM (Miller, 96) atlet dari seluruh dunia Yunani berkompetisi di Olimpiade Pythian. 

10. Epidaurus Theater (Yunani) 
 
Teater terbesar di yunani saat itu, bisa menampung lebih dari 15 ribu orang 

11. Colosseum (Italia) 
 
awalnya, adalah sebuah elips amfiteater di pusat kota Roma, Italia, yang terbesar yang pernah dibangun di Kekaisaran Romawi. Hal ini dianggap salah satu karya terbesar dari arsitektur Romawi dan rekayasa Romawi. Mampu menampung 50.000 penonton, Colosseum digunakan untuk kontes gladiator dan acara publik. Selain sebagai permainan gladiator, acara publik lainnya diadakan di sana, seperti pertempuran laut tiruan, berburu binatang, eksekusi, dan drama yang didasarkan pada mitologi klasik. 

12. Grand Canal Of Venice (Italia) 
 
Grand Canal sebuah kanal di Venesia, Italia. Membentuk salah satu koridor lalu lintas air besar di kota. 

13. Pompeii (Italia) 
 
Pompeii adalah reruntuhan di Naples modern di wilayah Italia Campania, di wilayah Comune di Pompeii. Seiring dengan Herculaneum, kota tetangga, Pompeii hancur dan sepenuhnya terkubur selama bencana letusan gunung berapi panjang Gunung Vesuvius pada 79 Masehi. 

14. Piazza del Campo (Italy) 
 
Piazza del Campo adalah daerah publik utama pusat bersejarah Siena, Toscana, Italia dan merupakan salah tempat pemerintahan terbesar abad pertengahan Eropa. 

15. Hieronymites Monastery (Portugal) 
 
terletak di distrik Belem Lisbon, Portugal. Biara megah ini dapat dianggap salah satu monumen yang paling menonjol di Lisbon dan tentunya merupakan salah satu prestasi paling berhasil gaya Manueline (Portugis akhir-Gothic). 

16. Alhambra (Spanyol) 
 
sebuah istana dan kompleks benteng dibangun pada pertengahan abad ke 14 oleh penguasa Moor dari Granada Emirat di Al-Andalus. 

17. Chillon Castle (Swiss) 
 
terletak di tepi Danau Jenewa di kotamadya Veytaux, di ujung timur danau, 3 km dari Montreux, Swiss. Puri/kastil ini terdiri dari 100 gedung independen yang terhubung secara bertahap menjadi bangunan besar. 

18. Stonehenge (Inggris) 
 
Stonehenge adalah monumen prasejarah yang terletak di daerah Wiltshire Inggris, sekitar 3,2 kilometer (2,0 mil) barat Amesbury dan 13 kilometer (8,1 mil) utara Salisbury. Salah satu situs paling terkenal di dunia, Stonehenge terdiri dari Earthworks pengaturan melingkar mengelilingi sebuah batu besar berdiri. Hal ini ada di pusat kompleks yang paling padat Neolitik dan Zaman Perunggu monumen di Inggris, termasuk beberapa ratus gundukan pemakaman. 

19. Piramida (Mesir)
 
 
diyakini piramida ini dibangun sebagai makam untuk Firaun dinasti keempat Mesir Khufu (Cheops dalam bahasa Yunani) dan dibangun selama periode 20 tahun. Piramida Agung terdiri dari lebih dari 2,3 juta blok batu kapur 

20. Abu SImbel (Mesir)  
dua kuil batu besar di Nubia, Mesir selatan di tepi barat Danau Nasser sekitar 290 km barat daya Aswan. Ini merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO. Candi kembar ini awalnya dipahat dari gunung pada masa pemerintahan Firaun Ramses II di abad ke-13 SM, sebagai monumen abadi untuk dirinya dan ratunya Nefertari, untuk memperingati dugaan kemenangan di Pertempuran Kades 

21. Karnak (mesir)
 
 
terdiri dari konglomerasi besar candi hancur, kapel, tiang dan bangunan lain, terutama Candi Agung Amin dan struktur besar dimulai oleh Firaun Amenhotep III (ca. 1391-1351 SM). Terletak dekat Luxor, sekitar 500 km selatan Kairo, di Mesir. Daerah sekitar Karnak adalah Mesir kuno Ipet-isut ("Paling Dipilih Tempat") dan tempat utama pemujaan Triad Theban dengan dewa Amun sebagai pemimpin 

22. Mortuary Temple of Hatshepsut (mesir)  
terletak di bawah tebing di Deir el Bahari di tepi barat Sungai Nil dekat Lembah Para Raja di Mesir. Dirancang oleh arsitek Senemut, kuil kamar mayat didedikasikan untuk dewa matahari Amon-Ra dan terletak di sebelah pura mayat dari Mentuhotep II, yang menjabat baik sebagai inspirasi, dan kemudian, sebuah tambang. Hal ini dianggap salah satu "monumen Mesir kuno yang tak tertandingi." 

23. Leptis Magna (Libya)
 
 
kota yang menonjol dari Kekaisaran Romawi. Its reruntuhan terletak di Al Khums, Libya. Situs ini merupakan salah satu reruntuhan Romawi yang paling spektakuler dan murni di Mediterania. Kota ini tampaknya telah didirikan oleh koloni Phoenician sekitar tahun 1100 SM 

24. Timbuktu (Mali)
 
 
sebuah kota di Region Timbuktu, di negara Afrika Barat Mali. bangunan ini dibuat oleh kesepuluh mansa Kekaisaran Mali, Mansa Musa. Ini adalah rumah bagi Sankore University dan madrasah lainnya, dan merupakan modal intelektual dan spiritual dan pusat penyebaran Islam di seluruh Afrika pada abad ke-15 dan 16. 

25. Angkor Wat (Cambodia) sebuah kompleks candi di Angkor, Kamboja, dibangun untuk raja Suryavarman II di awal abad ke-12 sebagai kuil negara dan ibu kota. Sebagai candi terbaik diawetkan di situs, ini adalah satu-satunya untuk tetap menjadi pusat keagamaan penting 

26. Tembok Besar China (RRC)
 
 

27. Forbidden City (RRC)
 
 
istana kekaisaran Cina dari Dinasti Ming ke akhir Dinasti Qing. Terletak di tengah Beijing, Cina, dan sekarang rumah Museum Istana. Selama hampir lima abad, ia menjabat sebagai rumah Kaisar dan keluarganya, serta pusat upacara dan politik dari pemerintah Cina. Sejak 1925, Kota Terlarang telah di bawah muatan Museum Istana, yang ekstensif koleksi karya seni dan artifak dibangun atas koleksi kekaisaran Ming dan dinasti Qing 

28. Terracotta Army (China)
 
 
Perkiraan saat ini adalah bahwa dalam tiga lubang berisi Tentara Terracotta ada lebih dari 8.000 tentara, 130 kereta dengan 520 kuda dan 150 kuda kavaleri, yang sebagian besar masih dikubur di lubang. Banyak arkeolog percaya bahwa ada banyak lubang masih menunggu untuk ditemukan 

29. Hanging Temple of Hengshan (China)  
Candi yang dibangun di tebing. Candi ini merupakan salah satu atraksi wisata utama dan situs sejarah di daerah Datong. dibangun lebih dari 1.500 tahun yang lalu 

30. Leshan Giant Buddha (China)
 
 
Ini adalah batu berukir Buddha terbesar di dunia. tingginya 71 meter (233 kaki), patung itu menggambarkan seorang Buddha Maitreya duduk dengan tangan bertumpu di lututny 

31. Taj Mahal (India)  
sebuah makam yang terletak di Agra, India, dibangun oleh Kaisar Mughal Shah Jahan untuk mengenang istri kesayangannya, Mumtaz Mahal. Taj Mahal dianggap sebagai contoh terbaik dari arsitektur Mughal, gaya yang menggabungkan elemen dari Persia, India, dan gaya arsitektur Islam 

32. Harmandir Sahib (India)  

33. Meenakshi Sundareswarar Temple (India)  
candi Hindu bersejarah yang terletak di kota suci Madurai, Tamil Nadu, India. Hal ini didedikasikan untuk Tuhan Shiva (dalam bentuk Indah Sundareswarar atau Tuhan) dan istrinya, Dewi Parvati (dalam bentuk Meenakshi). Candi Bentuk jantung dan garis hidup tahun 2500 kota tua Madurai. Kompleks rumah 14 Gopurams megah atau menara 

34. Borobudur (Indonesia) 
 
Sebuah kubah utama, terletak di pusat dari platform atas, dikelilingi oleh 72 patung Buddha duduk di dalam stupa yang berlubang. Monumen ini kedua tempat suci untuk Sang Buddha dan tempat untuk ziarah Buddhis. Perjalanan untuk peziarah dimulai di dasar monumen dan mengikuti jalan keliling monumen sambil naik ke atas melalui tiga tingkat kosmologi Buddhis, yaitu Kamadhatu (dunia keinginan), Rupadhatu (dunia bentuk) dan Arupadhatu ( dunia tak berbentuk). Selama perjalanan pemandu monumen para peziarah melalui sistem tangga dan koridor dengan 1.460 panel relief cerita pada dinding dan langkan 

35. Kinkaku-ji (Japan)
 
 
kuil Buddha Zen di Kyoto, Jepang. Ini adalah salah satu pembangunan yang merupakan Budaya Kitayama periode Muromachi. Asli Kinkaku-ji dibangun pada 1397 untuk melayani sebagai vila pensiun bagi Shogun Ashikaga Yoshimitsu, sebagai bagian dari kekayaannya kemudian dikenal sebagai Kitayama 

36. Bagan (Myanmar)
 
 
sebuah kota kuno di Divisi Mandalay Burma (Myanmar) 

37. Banaue Rice Terraces (Philippines)  
terasering tua berumur 2000-tahun yang diukir di pegunungan Ifugao di Filipina oleh nenek moyang penduduk asli 
 
38. Russia
 
 
 
39. Wat Phra Kaew (Thailand)
 
 
dianggap sebagai candi Budha paling suci di Thailand. Terletak di pusat sejarah Bangkok (distrik Phra Nakhon), di lingkungan Grand Palace. Pembangunan kuil dimulai ketika Raja Buddha Yodfa Chulaloke (Rama I) memindahkan ibukota dari Thonburi ke Bangkok pada 1785. Tidak seperti candi lain tidak mengandung tempat tinggal bagi para rahib, melainkan hanya memiliki tinggi dihiasi bangunan suci, patung, dan pagoda 


 40. Wat Arun (Thailand) 
  
Wat Arun adalah sebuah kuil Buddha (wat) di distrik Bangkok Yai di Bangkok, Thailand, di tepi barat Sungai Chao Phraya. 




sumber : kaskus.us

Inspirasi The Beatles Ternyata Dari Band Indonesia

Diposting oleh Andii Soraya di 22.26
Reaksi: 
0 komentar
Siapa sangka ternyata legenda The Beatles cara bermusiknya dan aksi panggungnya terinspirasi dari Band Indonesia yakni THE TIELMAN BROTHER'S. THE TIELMAN BROTHER'S menjadi sejarah musik Rock n Roll di Indonesia yang dilupakan bangsanya. Mereka adalah orang keturunan Maluku yang besar di Surabaya dan pindah ke Belanda untuk mengadu nasib. Mereka adalah kakak beradik dari pasangan Herman Tielman dan Flora Lorine Hess.




THE TIELMAN BROTHER'S, Andy Tielman sang frontman sering beratraksi bermain gitar dengan gigi, di belakang kepala atau di belakang badan, jauh mendahului Jimi Hendrix pada tahun 1956. Aksi ini 11 tahun sebelum permainan gila gitaris Jimi Hendrix yang terkenal pada tahun 1967.

Pelopor musik Rock n Roll adalah BAND INDONESIA!!!!! Band inilah yang menginspirasikan THE BEATLES!!!!! Band ini datang sebelum masa Rock n Roll dan band ini adalah orang INDONESIA!!!!Keturunan Maluku yang besar di Surabaya.



Paul McCartney ternyata mengagumi band ini dan terinspirasiTHE TIELMAN BROTHER'S sebelum The Beatles terkenal pada awal 1960-an. Saat The Beatles manggung di Jerman, grup band asal Inggris ini sempat melihat penampilan THE TIELMAN BROTHER'S yang manggung menggunakan Hofner Violin Bass. Dan saat itulah pertama kalinya Paul McCartney melihat Hofner Violin Bass. Andy Tielmans sang gitaris memakai Fender Jazz Master khusus 10 strings. Fender sengaja mengirim Representativenya ke Jerman saat itu untuk merancang gitar buat Andy Tielmans.

Pada awal tahun 1960-an, mereka menciptakan 4 lagu ciptaan mereka sendiri, yaitu My Maria, You're Still The One, Black Eyes, dan Rock Little Baby. Lagu-lagu mereka ini ternyata disukai oleh orang2 Belanda. Mereka menyebut musik THE TIELMAN BROTHER'S sebagai musik beraliran Indorock.

Dedikasi dan Inovasi Andy sangat berpengaruh bagi perkembangan budaya pop Belanda sehingga membawa gelar The Godfather of Dutch Rock n Roll, The Uncrowned King of Indorock, dan penghargaan Order of the Orange-Nassau ke pangkuanya. Jadi, mulai sekarang kita harus bangga dengan apa yang sudah kita miliki, dan jangan melupakan sejarah tentang bangsa sendiri.

Rabu, 02 November 2011

Misteri Honda Gresini, dari Daijiro Kato & Marco Simoncelli

Diposting oleh Andii Soraya di 06.52
Reaksi: 
0 komentar
Kabar kematian Marco Simoncelli di lintasan balap MotoGp di Sirkuit Sepang, membuat publik dan pecinta balapan teringat kembali dengan Daijiro Kato.

Simoncelli adalah korban kedua setelah Kato, yang tewas akibat kecelakaan dalam balapan. Uniknya, kedua pembalap malang itu membela panji-panji tim yang sama, yakni tim Gresini Honda.

http://asmarantaka.files.wordpress.com/2010/04/41910.jpg


Daijiro Katō adalah pembalap Jepang kelahiran 4 Juli 1976. Awal karier di dunia balap dimulai sejak ia berumur 3 tahun. Pada tahun 1979, ia telah berlatih mengendarai motor pocket bike dan di usia 5 tahun ia telah mengikuti kejuaraan balap pocket bike, bahkan sering menjadi juara.


Pada tahun 2001, dengan bergabung dengan tim Telefonica Movistar Honda dan mengendarai Honda NSR 250 pembalap bernomor 74 ini, meraih gelar juara dunia GP 250 cc. Ia meraih 11 kemenangan dari 16 seri yang dilombakan dan merebut 322 poin.


Tahun 2002 ia pindah ke kelas MotoGP, bergabung dengan tim Fortuna Honda Gresini dan mengendarai Honda NSR 500 ia mampu menyaingi pembalap pabrikan Honda dan pabrikan lainnya yang menggunakan motor 4 tak 990 cc


Musim 2003 ia membalap dalam tim yang sama dengan sponsor baru Telefonica Movistar dan turun penuh dengan RC211V. Sayang pembalap yang menjadi harapan Jepang untuk menjadi juara dunia pertama asal Jepang ini, tewas setelah mengalami kecelakaan dahsyat yang terjadi pada seri pertama MotoGP 2003 baru berjalan.


Kato tewas setelah motor RC211V yang dikendarainya menabrak dinding pembatas lintasan dan hancur berkeping-keping di depan fansnya sendiri, di lap keempat GP Jepang pada tanggal 6 April 2003.


Sesaat sebelum menabrak dinding, Kato memacu motor Honda Gresininya dengan kecepatan 200 kilometer per jam. Tabrakan maut itu terjadi sangat cepat dan dahsyat. Namun ada satu hal yang lain. Ketika Kato tergeletak di sirkuit, balapan tak dihentikan oleh official. Malah terlihat tubuh Kato diseret ke pinggir lapangan oleh petugas lapangan baru merawatnya.

Hal ini sangat bertentangan dengan prosedur merawat pembalap yang kecelakaan di lintasan. Banyak kritik terarah pada panitia balapan di Suzuka karena hal ini. Akibatnya, balapan di Suzuka dihentikan dan dipindahkan ke Montegi.


Pembalap Jepang tersebut koma dua pekan di rumah sakit. Ia tewas karena otaknya tak lagi mampu berfungsi setelah menabrak dinding pembatas lintasan sirkuit.


Kato sempat bertahan hidup dan dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis dengan menggunakan helikopter. Berita kematian juara dunia GP 250 cc tahun 2001 ini merebak pada tanggal 20 April 2003, dua minggu setelah GP Jepang.


Namun ada satu hal unik dari Marco Simoncelli dan Daijiro Kato. Keduanya adalah pembalap dari Honda Gresini Racing. Tim ini bentukan Fausto Gresini, pembalap mantan juara dunia asal Italia.

Gresini aktif balapan pada 1983-1994. Ia juara kelas 125 cc pada 1985 dan 1987. Sepanjang sejarah balapnya, ia membalap 132 kali dan menang 21 kali, naik podium 47 kali.
Sumber : Republika
http://media.vivanews.com/thumbs2/2010/09/06/95840_shoya-tomizawa-diapit-norifumi-abe--kiri--dan-daijiro-kato_300_225.jpg

Kisah Kejujuran Dua Bocah Penjual Tisu di Pinggir Jalan

Diposting oleh Andii Soraya di 06.29
Reaksi: 
0 komentar
Kejujuran sebuah kata yang sangat sederhana tapi sekarang menjadi barang langka dan sangat mahal harganya. Memang ketika kita merasa senang dan segalanya berjalan lancar, mengamalkan kejujuran secara konsisten tidaklah sulit, tetapi pada saat sebuah nilai kejujuran yang kita pegang berbenturan dengan perasaan, kita mulai tergoncang apakah tetap memegangnya, atau kita biarkan tergilas oleh keadaan. Sebuah kisah kejujuran yang sangat menyentuh hati, dua orang anak kecil menjajakan tisu di pinggir jalan. Membuat kita mesti belajar banyak tentang arti sebuah kejujuran.



Siang ini, tanpa sengaja, saya bertemu dua manusia super. Mereka makhluk-makhluk kecil, kurus, kumal berbasuh keringat. Tepatnya di atas jembatan penyeberangan Setia Budi, dua sosok kecil berumur kira-kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue di ujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar-lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan, “Terima kasih Oom!” Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk ke arah mereka.

Kaki-kaki kecil mereka menjelajah lajur lain di atas jembatan, menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki-laki itu pun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi-lagi sayup-sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tempat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok di sudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta. Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu, dua pertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan.


Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum di wajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang menggayuti langit Jakarta.



“Terima kasih ya mbak … semuanya dua ribu lima ratus rupiah!” tukas mereka, tak lama si wanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah.


“Maaf, nggak ada kembaliannya … ada uang pas nggak mbak?” mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.


“Oom boleh tukar uang nggak, receh sepuluh ribuan?” suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka. Sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah. “Nggak punya!”, tukas saya. Lalu tak lama si wanita berkata “Ambil saja kembaliannya, dik!” sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya ke arah ujung sebelah timur.


Anak ini terkesiap, ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti, lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Si wanita kaget, setengah berteriak ia bilang “Sudah buat kamu saja, nggak apa..apa ambil saja!”, namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. “Maaf mbak, cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !”


Akhirnya uang itu diterima si wanita karena si kecil pergi meninggalkannya. Tinggallah episode saya dan mereka. Uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya. Mereka menghampiri saya dan berujar “Om, bisa tunggu ya, saya ke bawah dulu untuk tukar uang ke tukang ojek!”

“Eeh … nggak usah … nggak usah … biar aja … nih!” saya kasih uang itu ke si kecil, ia menerimanya, tapi terus berlari ke bawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek. Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya, “Nanti dulu Om, biar ditukar dulu … sebentar.”

“Nggak apa apa, itu buat kalian” lanjut saya. “Jangan … jangan oom, itu uang oom sama mbak yang tadi juga” anak itu bersikeras. “Sudah … saya ikhlas, mbak tadi juga pasti ikhlas !”, saya berusaha membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari ke ujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat.


Secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari ke arah saya. “Ini deh om, kalau kelamaan, maaf ..”. Ia memberi saya delapan pack tissue. “Buat apa?”, saya terbengong “Habis teman saya lama sih oom, maaf, tukar pakai tissue aja dulu”. Walau dikembalikan ia tetap menolak.


Saya tatap wajahnya, perasaan bersalah muncul pada rona mukanya. Saya kalah set, ia tetap kukuh menutup rapat tas plastik hitam tissuenya. Beberapa saat saya mematung di sana, sampai si kecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu, dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah. “Terima kasih Om!”..mereka kembali ke ujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan, “Duit mbak tadi gimana ..?” suara kecil yang lain menyahut, “Lu hafal kan orangnya, kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin …….”.


Percakapan itu sayup sayup menghilang, saya terhenyak dan kembali ke kantor dengan seribu perasaan. Tuhan, hari ini saya belajar dari dua manusia super, kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh, mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra, mereka tahu hak mereka dan hak orang lain, mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang tissue.

Dua anak kecil yang bahkan belum balig, memiliki kemuliaan di umur mereka yang begitu belia. Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana. Apa yang bukan milik kita, pantang untuk kita ambil

POTOGRAFI MENGAGUMKAN . perpaduan antara pohon angker dan malam hari

Diposting oleh Andii Soraya di 06.12
Reaksi: 
0 komentar

Eerie: Alex Saberi captured a series of stunning, and sometimes haunting, images after sunset
Eerie: Alex Saberi captured a series of stunning, and sometimes haunting, images after sunset

sunset

His images were captured in Richmond Park, long after the crowds of people have gone home
His images were captured in Richmond Park, long after the crowds of people have gone home

Long exposures a host of incredible and vibrant colours with trees contrasting against the sky
Long exposures a host of incredible and vibrant colours with trees contrasting against the sky
 

The pictures took 12 months to create and include a variety of trees in full leaf and those that have died
The pictures took 12 months to create and include a variety of trees in full leaf and those that have died


Photographer Alex said he wanted to do something different and show what the park looked like after dark 
Photographer Alex said he wanted to do something different and show what the park looked like after dark

He used to capture images of wildlife but instead decided to point his lens at the stunning silhouettes
He used to capture images of wildlife but instead decided to point his lens at the stunning silhouettes

To get a wider variety of colours Mr Saberi took an entire year so that he could capture the four seasons
To get a wider variety of colours Mr Saberi took an entire year so that he could capture the four seasons

After a year in the park, he said: 'Richmond Park is a magical place'
After a year in the park, he said: 'Richmond Park is a magical place'

Senin, 31 Oktober 2011

Inilah “METALISLAM”, Group Musik Underground Yang Islami

Diposting oleh Andii Soraya di 01.42
Reaksi: 
0 komentar
Jangan ngaku metal kalau nggak shalat. Ketika Islam berfungsi sebagai kendali, banyak anak metal di komunitas underground menjemput hidayah. Mereka tidak menolak modernisasi, tapi menjegal westernisasi. Ada komitmen yang dibangun: No Drugs, No Alcohol, No Violence dan No Free sex. Just Metal.

Menjelang malam, anak-anak metal itu sudah berkumpul di pelataran Gedung Rossi Musik di Jalan Fatmawati No. 30, Jakarta Selatan untuk menyaksikan pagelaran musik sekaligus penggalangan dana untuk Palestina. Konser musik yang bertajuk ”Urban Garage Festival” itu diorganize oleh Berandalan Puritan dan Mogers Infantry.
Saat menanti band kesayangan mereka, azan Maghrib berkumandang. Siapa nyana, sebagian dari mereka berbondong-bondong menuju masjid, lalu segera membasuh wajah-wajah kumel itu dengan air wudhu. Sabili turut menyaksikan, anak-anak metal tengah merapikan shaftnya untuk shalat berjamaah. ”Sebagian dari mereka, anak-anak Mogers, sebuah komunitas fans band metal legendaris Purgatory,” kata salah seorang komunitas underground.

Performance mereka memang eksentrik dan tampak cuek. Sekilas, seperti individu yang tak mau tahu dengan urusan agama. Tapi, lihatlah paradigma baru anak Metal hari ini. Mereka mulai bangga menunjukkan jatidirinya sebagai Muslim sejati. Jangan ngaku anak metal, kalau nggak shalat. Jangan sok metal kalau masih suka mabok (ngedrugs) dan free sex. ”Menyedihkan banget, jika anak metal malu menunjukkan identitasnya sebagai muslim. Karena gengsi, mau shalat saja, bilangnya mau ke depan untuk beli rokok,” tukas Bonty, salah seorang personil Purgatory.

Tak dipungkiri band metal lahir dari peradaban Barat yang bobrok. Peradaban itu memengaruhi jiwa anak-anak muda yang gelap. Mereka larut menjadi individu yang bingung menatap masa depan, tertipu oleh propaganda sesat kaum laknat, hingga menjadi pemuja setan, syahwat, anti kemapanan, bahkan mengabaikan Tuhan. Ketika hidayah Islam datang, pondasi itu terguncang. Anak-anak Metal yang terlahir sebagai Muslim, mulai menyadari, bahwa mereka secara kultur dan karakter sudah dijadikan ’hamba-hamba sahaya’ yang terjajah. Eksistensi tumbuh, ketika Islam menjadi ideologi, kesadaran baru dan amaliyah mereka.


Adalah Tengkorak dan Purgatory, dua kelompok band metal paling senior dan legendaris di kalangan underground, tampil sebagai pendobrak yang mengguncang ideologi band cadas keluar dari pakemnya, yakni dengan menjadikan Islam sebagai nafas hidup mereka. Eksistensi ”sang legend” sebagai agen perubahan menginspirasi generasi metal selanjutnya. Sebut saja seperti The Roots of Madinah, Punk Muslim, AfterMath, Keep it True, Stranded, Qishash, Salameh Hamzah, dan Barat Hijau Indonesia.
Kesatuan visi inilah yang mempersaudarakan mereka sebagai komunitas yang unik dan berbeda. Dari sinilah tercetus “Urban Garage Festival”, semacam forum mereka untuk berkumpul dan berkreasi, bahkan berdakwah dengan pendekatan yang mereka pahami. Dalam kapasitas itu, mereka tak sekadar tampil sebagai musisi beraliran cadas, melainkan juga sebagai dai.


Kontra Kultur
Teman-teman aktivis harokah mungkin merasa aneh dengan fenomena baru ini. Namun, bagi yang belum mengenal komunitas ini dari dekat, jangan su’udzan dulu, apalagi melempar tuduhan anak metal melecehkan Islam. Sedikit yang tahu, bahwa anak metal pun berdakwah. Komunitas metal ini memang berbeda dengan komunitas metal yang lain. Mereka berniat untuk membentuk genre baru ke arah yang lebih Islami. Pertanyaan pun muncul, ini kebangkitan atau degradasi? Kok Muslim ”bermetal-metal ria”?

Wawan, vokalis Aftermath, pernah berkonsultasi dengan rekan seniornya seputar stigma buruk yang dilekatkan pada musisi metal muslim. ”Setelah berkonsultasi, saya mendapat jawaban, bahwa segala sesuatu bergantung niatnya. Saya melihat fenomena ini sangat positif. Apakah salah kalau kami mendekati ajaran-ajaran yang mendekati sang Khalik ke arah yang lebih Islami melalui musik? Saya sendiri lahir dari keluarga Muslim,” ungkap Wawan yang juga seorang enginer.
Berangkat sebagai musisi, Wawan mengakui, sebatas inilah kontribusi yang bisa ia berikan untuk sementara waktu. ”Jika hari ini kami memperjuangkan Islam dengan mick dan gitar, kelak kami akan berjihad di jalan Allah dengan pedang dan senjata. Inilah cara kami memberi makan kepada jiwa ini melalui musik. Sebagai Muslim, tentu kami memimpikan tatanan dunia baru, di bawah kepemimpinan Islam dan khilafah,” ujar Wawan bersemangat.
Menurut penggagas Urban Garage Festival, Thufail al Ghifari, yang juga vokalis The Roots of Madinah, kegiatan bermusik ini ingin membangun sebuah kontra-kultur untuk membuktikan, bahwa di komunitas ini ruangnya positif, band-bandnya pun bicara atas dasar Islam. ”Kita berangkat dari seorang Muslim yang punya visi untuk membangun komunitas musisi metal yang jauh dari drugs, alcohol, dan free sex. Inilah niat dan tujuan kami. Kita ingin mengembalikan identitas Indonesia atau ketimuran. Jangan berlagak Amrik. Kita Metal, tapi ada filter, tidak sampai tercerabut ketimuran kita sebagai jatidiri.”

Senada dengan vokalis Tengkorak, Ombat. ”Penjajahan budaya oleh Barat memang lewat musik metal kayak gini, musik underground yang notebene keras dan brutal. Terus terang, saat ngeband, kita banyak lupanya, ya lupa shalat, lupa diri dan segala macam. Tapi, saat kita sadar, tatkala generasi ini menjadi santapan empuk zionis, maka inilah moment untuk mengubah paradigma lama menuju paradigma baru. Ngeband, tapi tetap menjalankan shalat lima waktu, dan rukun Islam lainnya.”
Sejak metal lahir, kata Ombat, propaganda satanisme menjadi momok dan berkembang pesat di seluruh dunia. Ibarat di Medan Perang, jika musuh memerangi dengan senjata, maka harus dilawan dengan senjata. Begitu juga, jika musuh memerangi generasi muda dengan metal, maka kita lawan dengan metal pula. ”Melalui metal, kita bisa lakukan kickback,” kata Ombat.
Bonty, personil Purgatory, berpendapat, dulu walisongo pun menyampaikan pesan dakwah dan syiar Islam dengan menggunakan wayang, sekarang eranya Metal sebagai media. ”Yang jelas, gue prihatin, jika generasi Islam di Timur Tengah malah bermetal ria dengan westernisasi-nya, sedangkan Purgatory justru ingin memanfaatkan Metal.”
Sebagai musisi Muslim, konsep yang diusung Purgatory dalam bermusik cuma satu, yakni Islam. Prisipnya, Islam bukan dibawa ke dalam metal, tapi Islam itu dasar dari semua hal. 

”Apapun yang kita lakukan harus berdasarkan Islam. Artinya, ketika bermusik, tidak pake yang haram-haram. Pendekatan dakwah kami, nggak pake setting ala kelompok tarbiyah. Kuncinya adalah silaturahim. Biasanya, suatu komunitas tidak akan kuat, kalau silaturahimnya lemah,” tandas Bonty.

Gitaris Purgatory ini juga mempertanyakan, jika pakem underground itu anti sistem, tapi kenapa mereka membuat sistem sendiri, seolah kalau metal harus mabok. Bagi anak band, awalnya, agama memang dianggap sebagai sesuatu hal yang privacy (pribadi). Komunitas Purgatory yang dinamakan Mogers sendiri, bukan orang-orang hebat dalam beragama. ”Kami lebih tepat disebut orang yang hijrah. Di komunitas ini, kami ingin mengajak agar generasi muda kembali pada Islam, dan mau mempelajari agamanya sendiri. Apa yang kita sampaikan ke public tentang Islam adalah apa yang kita tahu saja dan sudah dibuktikan. Yang jelas, kita tidak mau melakukan hal yang sia-sia. Kita hanya ingin belajar.”
Pernah ada yang meledek Purgatory dengan pendekatan dakwahnya yang unik. ”Ngapain loh ngajak anak-anak yang sudah berantakan. Padahal untuk menolong orang yang tenggelam itu harus nyemplung. Apalagi pengetahuan agama mereka diakui sangat kurang,” kata Bonty berfalsafah.

Pendekatan yang sama dilakukan Ahmad Zaki yang selama ini membina komunitas Punk Muslim. ”Ketika fase jemu, bingung itu menyatu, saya mencoba memberikan banyak alternatif dan energi positif. Ternyata mereka welcome  dan punya keinginan untuk bertobat dan merubah diri. Sebagian ada yang berubah drastis 80 derajat, ada juga yang baru 45-60 derajat.”
Diakui Zaki, belakangan komunitas Punk Muslim banyak mengislamkan teman-teman punk di jalanan. ”Sejak menjadi Muslim, beberapa diantara mereka, ada yang meninggalkan kebiasaan Mohawk (gaya rambut berdiri) dan piercing (tindik di sejumlah anggota tubuh). Bahkan, diantara mereka, ada yang nekad menghilangkan tato dengan menggunakan soda api atau PK, kendati resikonya bisa merusak kulit mereka,” ungkap Zaki.

Metal pun Berdakwah
Ingin tahu, pendekatan dan model dakwah yang dilakukan komunitas metal yang satu ini? Hasil pengamatan Sabili di sarang underground, komunitas ini memang berbeda. Dalam hal performance, kaos-kaos distro yang mereka yang kenakan, terutama beberapa vokalis-nya, justru menunjukkan militansi dengan identitas keislamannya. Misalnya saja, kata Allahu Akbar (dalam bahasa Arab) pada kaos mereka. Pekikan Allahu Akbar mewarnai ”Urban Garage Festival” malam itu.
Lirik-lirik yang mereka muntahkan lewat musik cadas ini sebagian besar mengecam sikap barbar Barat dan zionis Israel terhadap umat Islam di Palestina dan dunia Islam. Satu hal, mereka sangat membenci kemunafikan. Beberapa lirik mereka, ada yang terkesan ”utopia”, sebuah kerinduan tentang khilafah.

Juga lihatlah teaterikal yang diperlihatkan personil Purgatory dengan topeng ”monsternya” di atas panggung. Band metal mana  yang melafadzkan kalimah syahadat, selain yang satu ini. Asyhadualla, ilaaha illallah. Waasyhadu anna Muhammadarrasulullah. Nyeleneh? Tidak. Mereka tidak sedang melecehkan Islam. Inilah cara dakwah dan syiar Islam yang mereka  pahami. Bukan hanya syahadat, mereka mengajak fans yang hadir untuk bersholawat.
Yang menarik, Ombat, sang vokalis band Tengkorak, tak sungkan mengajak istrinya yang berjilbab bergabung di komunitas ini. Saat berinteraksi, Ombat, bukan sekadar growling (suara mengeram khas Metal), tapi layaknya dai yang berdakwah. Ia mengajak anak-anak muda untuk bangga sebagai muslim dan tidak meninggalkan shalat lima waktu. Bahkan ia mengajak komunitasnya untuk mengubah posisi tangan metal dengan telunjuk ke arah langit, sebagai simbol ketauhidan.

Awalnya mungkin ikut-ikutan, tapi kelak kesadaran baru itu tumbuh.  Ombat yakin, komunitas  metal muslim ini akan menjadi sebuah jamaah yang besar. ”Ini semua karena hidayah dari Allah. Sesama Muslim, sejatinya saling menasehati. Tak soal, jika bermula dari skala kecil lebih dulu. Jika berangkat dari yang besar, biasanya cepat tenggelam. Tapi kalau dipupuk, dari kecil hingga besar susah punahnya. Inilah tonggak awal, sejarah baru dari sebuah komunitas yang menjadikan Islam sebagai ideologi. Harus diakui, dulu kita pernah jadi korbannya, maka hari ini kita tunjukkan, kita metal, tapi tetap punya otak, punya akidah,” ujar lelaki botak yang berprofesi sebagai pengacara dari LBH Muslim ini.
Bagaimanapun, harokah Islam harus menghargai ”ijthad” anak-anak metal yang ingin menjadikan Islam sebagai pondasi mereka dalam bermusik. Apalagi, ketika sebagian uang dari setiap lembar tiket yang terjual dalam konser musik itu disumbangkan untuk perjuangan rakyat Palestina. Subhanallah. Siapa nyana, dibalik ruang yang pengap, masih ada yang menyerukan kebajikan, kendati dengan cara mereka sendiri. Tak terbayangkan, di sebuah komunitas underground, ada pelita yang menerangi jiwa-jiwa yang gelap. Ketika Islam menjadi nafas hidupnya, militansi mereka tak kalah dahsyat dengan aktivis harokah yang ada. Insya Allah.

andi soraya quotes

tiap hari aku merindu dan semakin mencintaimu Ratu
PT. Scream Satanica.Org. Diberdayakan oleh Blogger.
 

me dá teu calor Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review